Pembantu oh pembantu… masalah sama kalian2 itu gak pernah abis ya…
Pembantu 1
Namanya Tia (keren ya bo!). Tinggi, hitam dan berwajah biasa-biasa saja (seperti pembantu kebanyakan). Awalnya sich oke banget kerjanya. Rajin, santun dan cepat kalo diminta tolong. Sayangnya, karena tia dibawa oleh pembantu lain (satu rumah), otomatis perbuatan dan perkataan mengikuti pembantu yang satu itu. Dipecat karena sudah tidak sesuai dengan hati nurani kita dalam tingkah laku sehari2 (yang mana mengikuti pembantu yang satu itu).
Pembantu 2
Namanya Ina (teuteup keren ya bo!). Usia belasan, tinggi sedang, hitam manis (agak sedikit di atas rata2 pembantu kebanyakan). Kerjanya super rajin, bisa memasak. Sayangnya, semua cemilan yang ada di rumah raib gak berbekas sama dia. Ampyuuunnn dah… sampe biskuit kaleng yang buat tamu juga abis diganyang sama dia. Paling parah kalo dipanggil, pura2 budek dan ogah2an. Kalo kita pulang, abis buka kunci rumah eh pintunya gak dibuka, langsung ditinggal terus balik ke kamar. Gak dipecat, tapi mengundurkan diri dengan cara yang sangat halus. “Iya, Ina mau pulang dulu, kangen sama emak. Nanti balik lagi kok, Ina udah tau jalannya, hafal.. hafal..”. That’s the end of the story and we call her Inka alias Ina Kampret.
Pembantu 3
Namanya Dea (keren2 ya nama pembantu sekarang.. wuihhh). Imut, putih dan halus tutur katanya (di atas rata2 pembantu kebanyakan). Kerjanya cepat banget (nyuci seember penuh cuma setengah jam, gue curiga dia punya kekuatan super), rajin, cepat kalo diminta tolong. Saking cepetnya dia kerja, semua baju yang warna putih jadi krem, celana baru daddy (yang belinya berdebat dulu karena mahal) sukses dicap setrikaan. Karena bertampang di atas rata2 pembantu kebanyakan, otomatis banyak yang godain, dari kuli bangunan sebelah rumah, tukang sayur, sampe tukang ojek jadi tau namanya. Bahkan di satu malam, pernah ada tukang yang nekat ke rumah mau ngajak kencan doi. Duhhhhh… serem banget dech… Sama, gak dipecat juga, sehari sebelum lebaran dia pulang dan katanya sich bakalan balik lagi. Karena percaya, segala macam dikasih ke dia, mulai dari baju, beras, isi kulkas semuanya dikosongin biar gak basi (karena kita pulang kampong waktu itu). Dan ternyata… gak balik2. Lebih memilih kerja jadi penjaga toko, mungkin biar bisa kencan dengan bebas. Well, kita gak tau dech…
Bersambung…
You Said