Posted by: Serenity | December 10, 2009

deserve the best

Kurasa semua orang menginginkan yang terbaik dalam hidupnya (kalau bisa) dalam waktu yang sesingkat-singkatnya.

Tapi…

Memang terkadang Tuhan berkehendak lain. Dan aku yakin memang itu yang terbaik (saat ini) untuk kami semua.

Tapi…

Menunggu itu adalah hal yang (teramat) sulit. Kuyakin. Tak sabar kami menunggu hal yang kami idamkan ada dalam genggaman tangan. Walaupun setelah mendapatkannya tak tahu harus bagaimana.

Bersyukur?
Menyesal?
Senang?
Sedih?
Kembali seperti dulu?

Kami orang baik. Kami orang patuh.

Kembali….

Selalu berusaha untuk menutupi kekurangan yang belum kita lakukan, bahkan yang tidak kita lakukan. Kewajiban yang dengan tidak sengaja dan dengan sengaja digugurkan.

We deserve the best.

The best.
——–
Please..??

Posted by: Serenity | December 4, 2009

dua strip (lagi)

Sudah 22 hari “tamu” itu tidak datang. Curiga. Tentu saja. Akhirnya kami putuskan tuk membeli alat tes kehamilan. Dua garis strip itu muncul. Merekahkan senyum kami berdua.

Maklum…

Kami memang sudah program tuk memenuhi kuota momongan sebelum usia 30.

Alhamdulillah…

Allah kembali memberikan kepercayaan-Nya kepada kami berdua. Untuk mendidik dan memelihara makhluk ciptaan-Nya itu.

Aku sangat senang sekali…

Kegembiraan itu kembali membuncah memenuhi rongga dadaku. Aku harus siap. Karena aku yang memintanya.

Walau terbersit membisikkan jenis kelamin yang kami inginkan, namun kami tidak akan pernah mengurangi senyuman.

“Yang penting sehat dan sempurna!” begitu katamu.

Amiiinnnn…

—–

Aku sangat senang sekali, karena kembali aku melihat wajah teduhmu lagi seperti dulu.

Posted by: Serenity | December 2, 2009

Muda lebih lama

Saat ini hampir setiap hari kita pulang malam. Sesampainya di rumah sudah larut malam. Jam sembilan malam. Jam sepuluh malam. Bahkan pernah juga sampai jam setengah sebelas malam. Entah itu kamu yang sedang ada pekerjaan, atau aku yang baru memulai kursusku.

Pastinya lelah menggelayuti kedua pelupuk mata kita dan rasa pegal menggerayangi seluruh tubuh.

Oleh karena itu, kuharap janganlah memancing gerakan atau perkataan yang tidak menyenangkan disaat kita bersama. Aku pun akan mencoba melakukan hal yang sama. Karena pada saat-saat seperti ini, kita berdua menjadi RAPUH. Dan mudah marah hanya karena hal sepele yang kita perdebatkan.

Aku ingin kita selalu gembira. Bergurau. Tertawa. Selalu mengingat hal yang baik dan membahagiakan saja. Lupakan hal yang tidak menyenangkan.

Untuk sejenak…

Sampai nanti semuanya berjalan dengan normal kembali. Mungkin hal sepele yang kita perdebatkan tidak akan menyulut emosi kita berdua. Bahkan bisa mentertawakan hal itu.

Aku selalu berusaha setia untuk menunggumu menjemputku. Walau terkadang terlintas di benakku untuk pulang lebih dulu darimu menggunakan bis-bis itu. Tetapi kutahan keinginanku untuk tidak meninggalkanmu. Karena aku tahu kau butuh aku untuk menghiburmu. Atau sekedar berceloteh tidak penting mengenai hal yang terjadi hari ini. Bahkan untuk memperlihatkan tarianku yang membuatmu tergila-gila padaku. Mungkiiinn…

Atau…

Mungkin kau berpikir bahwa menunggu bukanlah suatu pekerjaan yang menguras tenaga. Tidak membutuhkan kesabaran. Sehingga kau mengira bahwa hanya dirimu sajalah yang lelah. Benarkah?

Tentu saja aku merasa lelah seperti halnya dirimu. Menunggu berjam-jam di kursi itu.

Sudahlah…

Oleh karena itu, mari kita tahan ego kita untuk selalu membuat hari-hari melelahkan ini menjadi menyenangkan.

Cobalah untuk mengerti…

Aku pun akan selalu berusaha mengerti…

Tertawalah selalu bersamaku. Aku ingin kita muda lebih lama.

I love u so much…

Posted by: Serenity | December 1, 2009

truly happiness

“Apa yang dapat membuatmu bahagia?”

Setiap orang yang diberikan pertanyaan ini pasti akan mengernyit sebentar, berfikir sejenak bahkan menjawab dengan ragu-ragu.

“Tentu saja yang membuat aku bahagia jika aku sudah mempunyai pasangan hidup dimana kami saling mencintai satu sama lain”

“Aku akan bahagia jika memiliki banyak uang”

“Kalau sudah punya rumah sendiri”

“Naik haji”

“Punya anak”

“Bisa keliling dunia”

Mungkin itu jawaban kebanyakan orang dalam mendefinisikan kebahagiaan menurut mereka. Tanpa mereka sadari telah memberikan beban yang berat dan sulit untuk menjadi bahagia. Hal-hal yang masih membutuhkan waktu lama untuk mencapainya. Bahkan memerlukan energi ekstra untuk menggapainya. 

Seharusnya tidak seperti itu…

Jadikan kebahagiaan itu mudah….

Ringan…

Segera…

“Aku bahagia dapat merasakan hangatnya matahari pagi ini”

“Aku bahagia melihat istri dan anakku tersenyum dan tertawa”

“Aku bahagia ada pekerjaan yang akan aku kerjakan di kantor”

Bahkan…

“Aku bahagia dapat menghirup udara sebanyak dan sebebas-bebasnya”

—–

Aku bahagia memilikimu dan dirinya.
*walaupun saat ini belum menyaksikan New Moon dan 2012 seperti janjimu*
Hahaha…
Aku sangat bahagia…

Posted by: Serenity | November 24, 2009

make a wish daddy…

First day of my life
By : Brighteyes

This is the first day of my life
Swear I was born right in the doorway
I went out in the rain, suddenly everything changed
They’re spreading blankets on the beach

Yours was the first face that I saw
I think I was blind before I met you
I don’t know where I am, I don’t know where I’ve been
But I know where I want to go

So I thought I’d let you know
That these things take forever, I especially am slow
But I realized how I need you
And I wondered if I could come home

Remember the time you drove all night
Just to meet me in the morning?
And I thought it was strange, you said everything changed
You felt as if you just woke up

And you said
“This is the first day of my life
Glad I didn’t die before I met you
Now I don’t care, I could go anywhere with you
And I’d probably be happy”

So if you want to be with me
With these things there’s no telling
We’ll just have to wait and see
But I’d rather be working for a paycheck
Than waiting to win the lottery

Besides, maybe this time is different
I mean, I really think you like me

—–
Happy b’day Daddy..
I love u more than u know..
And with you i always feels that this is the first day of my life…

Posted by: Serenity | November 20, 2009

menolehlah padaku

Aku sedang bingung
Menolehlah padaku

Aku ingin bercerita
Menolehlah padaku

Aku ingin tertawa bersamamu
Menolehlah padaku

Kamu ingin berkeluh kesah
Menolehlah padaku

Kamu ingin menangis
Menolehlah padaku

Kamu ingin berteriak
Menolehlah padaku

Biar hilang seluruh gundah kita berdua

Tersenyum dan

Menolehlah…

Posted by: Serenity | November 18, 2009

ngok-ngok dan all star!!!

“gimana? kita kasih aja pekerjaan itu ke si All Star!!!)

“awas ada ngok-ngok”

HAHAHA…

istilah2 itu memang sering kami gunakan untuk mereka-mereka yang membuat kami jengkel en kesal.

kami bisa terpingkal-pingkal hanya dengan mengucapkan kalimat-kalimat itu. (sekarang saja aku sudah tersenyum-senyum sendiri).

kurasa tak perlu aku menjelaskan makna kalimat tersebut. cukup kami berdua saja yang tahu.

you and me…

 

——

“tapi bapak tulis dengan jelas kan nama dia, jelas ya pak.. soalnya untuk bahan pertimbangan saya..”

HAHAHA

Posted by: Serenity | November 10, 2009

i understand mom…

i understand mom

Sebut saja namaku Q. Umurku 7 tahun. Keluargaku hidup sederhana dengan menyewa sebuah kontrakan murah dengan ukuran 2×6m2 untuk ditempati. Makan 3 kali. Tidak ada yang kurang dalam hidupku (menurutku).

Sampai suatu saat pertanyaan itu muncul…

`Kamu tinggal sama Tante aja ya?`

Belum sempat aku menjawab pertanyaan itu, sudah muncul pertanyaan lain.

`Kamu lebih sayang mana? Tante apa Ibu?` 

Pertanyaan yang sangat mudah. Semua orang pasti bisa menjawabnya. Tapi bagiku pertanyaan ini sangat sulit untuk kujawab.

Kulihat tante itu tidak mengejekku. Karena dia tahu tentang hidupku. Mungkin pertanyaan itu dia lontarkan karena dia mendengar cerita seminggu sebelum hari ini.

~

Malam itu ibu, ayahku dan adikku yang ikut dengan mereka, seperti biasa bekerja mencari uang untuk menghidupi keluarga. Ibu memintaku untuk tetap di rumah saja.

`Jangan ikut!` begitu perintahnya.

Aku tahu aku tak akan mungkin ke kontrakan itu sendirian. Ibu juga melarangku untuk tidur di rumah nenekku yang terletak tidak jauh dari kontrakanku. Agar mataku tetap terjaga sampai kepulangan yang lainnya, malam itu sengaja aku duduk di musholla tidak jauh dari rumahku. Namun memang kantuk tidak bisa berkompromi denganku malam itu. Akhirnya kuputuskan untuk pulang jam 11 malam ke kontrakan itu. Aku pun terlelap.

Aku tahu ada sesuatu yang aneh pada kontrakan ini. Dan benar, pada jam 2 pagi aku terbangun. Namun ada sesuatu yang menarik kakiku. Aku tidak tahu apa itu. Setelah berusaha keras. Akhirnya aku berlari dan berlari. Terjatuh beberapa kali dan darah mengalir dari lututku. Sampai akhirnya tante lainnya menemukanku.

`Sedang apa disini? Kok belum tidur?`

Aku hanya bisa menangis (maaf Ibu). Sampai tante itu membawaku ke rumah nenekku yang tidak jauh dari situ. Sampai akhirnya aku terlelap di rumah itu.

`Penakut banget sich jadi cowok! Jadi anak cowok itu gak boleh penakut! Awas ya! Jangan pernah tidur di rumah itu lagi!`

Maaf Ibu….

~

Kutinggalkan tante itu dan pergi ke kamar untuk menghindari menjawab pertanyaan itu. Namun tante itu mencecarku lagi.

`Gimana? Enak kan kalau tinggal sama Tante, nanti sekolah di antar jemput, makan enak terus dech, kamu mau apa nanti Tante beliin. Mau ya?`

Akhirnya kuputuskan untuk menjawabnya

`Gak mau… aku sayang sama Ibu dan aku juga sayang sama Tante… jadinya sama-sama aja…`

Kulihat tante itu tersenyum. Mungkin dia mengerti hatiku.

————

Semua sayang sama kamu. Dan tidak pernah menyangka begitu dewasanya kamu dalam usiamu itu. Andai Ibumu tahu soal itu. Semoga Allah selalu memberikan yang terbaik untukmu Q.

Posted by: Serenity | November 9, 2009

sandal beratku…

feet

Aku benci sandal ini. Terasa mengekang kakiku. Sudah jelas kakiku tidak sejenjang pelaga di `jalan kucing` itu, jadi makin membebankan langkahku saja.

Aku sudah tidak mungkin memakai sandal teplek itu setiap hari, karena bila aku terlambat masuk kantor dan terperangkap bersama dengan atasanku dalam satu lift, dia akan melihat dengan wajahnya yang sumringah itu ke kakiku.

Aku juga sudah tidak mungkin menggunakan sepatu berhak tinggiku setiap hari, karena dari sekian majalah dan informasi yang aku terima, sepatu berhak tinggi akan membuat banyak penyakit di tubuhku. Jadi aku hanya menggunakannya sekali waktu saja.

Akhirnya, aku terjebak dengan sandal berat ini.

Sudah tidak mungkin aku berjalan cepat bila menggunakan sandal berat ini. Apalagi berlari. Mimpi…

Padahal dalam dunia kerja aku diminta untuk berfikir, bertindak dan berjalan cepat tentunya. Terutama bila diundang makan oleh atasanku yang mempunyai langkah selebar orang asing lainnya.

Namun…

Kemarin aku baru sadar…

Karena saat ini aku berjalan perlahan, banyak hal yang dapat lebih lama kulihat. Pengemis di tempat makan itu. Penjaja dagangan yang bermandi keringat itu. Pegawai kantor yang berkeluh kesah tentang kantornya itu. Atau pandangan indah taman itu, yang kadang kulihat kupu-kupu beterbangan di antara bunga-bunga itu (terus terang selama ini aku tidak pernah memperdulikannya).

Begitulah kehidupan, kurasa kadang kita harus berjalan perlahan untuk menyadari hal-hal yang sudah kita lakukan dan kita hasilkan. Untuk sekedar bersyukur dan berbagi dengan sekitar.

Mungkin itulah mengapa sampai saat ini aku masih menggunakan sandal berat ini.

Bahkan sepertinya aku sudah jatuh hati pada sandal ini.

*walau betis ini sudah ingin meronta… tidaaaaakkkk…*

Posted by: Serenity | November 5, 2009

saat aku lanjut usia…

happy old couple

Tak terasa sudah 4 tahun aku bersamamu. Bahkan sudah 19 bulan kita menikah. Anak kita pun sudah masuk usia 9 bulan. Tak terasa… Semuanya tak terasa…

Kemarin aku sempat makan siang dengan temanku. Dia juga baru saja menikah. dia bercerita padaku tentang kesulitan yang dia hadapi sebagai pasangan suami istri yang baru menikah. Banyak hal yang dia tidak ketahui sebelumnya tentang sifat suaminya, yang baru ia ketahui sekarang.

Mungkin aku lebih beruntung dibandingkan dia. Karena sebelum menikah, aku sudah mengenalmu terlebih dahulu. Dan sudah mendalami sifat-sifatmu. Bahkan, hampiiiir seluruh sifatmu. Karena (jelas) sekali kau tidak bisa menutupi warna hatimu sendiri. Terkadang hal tersebut sangat menguntungkan bagiku, karena tak perlu menebak apa isi hatimu. Hal itu sudah tergambar jelas di wajahmu. Yaaaa.. Di wajahmu… Hoho…

Temanku juga bercerita, dia mempunyai teman yang sudah menikah hampir 12 tahun dan sampai hari ini masih juga bertengkar mengenai hal sepele dengan suaminya. Bahkan sering mereka mengatakan ingin berpisah mulai dari tahun-tahun pertama mereka menikah. Ternyata, sampai saat ini mereka masih bersama. Dan tentu saja aku senang mendengarnya…

Aku tahu kau sabar padaku. Meladeni semua sifatku yang terus terang sangat mudah berubah. Baru 5 menit aku tertawa denganmu, 5 menit kemudian aku sudah marah padamu dan tidak ingin berbicara bahkan melihat wajahmu.

Aku tahu kau sayang padaku. Selalu membuatku senang padahal tubuhmu sudah terasa luluh lantak menerjang lalu lintas ibu kota yang makin hari makin parah kita rasakan.

Aku tahu kau peduli padaku. Dengan selalu menanyakan keadaanku, hari-hariku, pekerjaanku, masalahku bahkan keinginanku yang sangat banyak dan (kadang atau sering yaa?) tidak masuk akal bagimu. Haha….

Kuharap, Allah SWT selalu memberikan petunjuk, kesabaran, ketenangan dan kebahagian pada keluarga kecil kita yang sudah beranjak menjadi keluarga balita. Amiinn…

——

Kukutip lirik lagu yang suka kau nyanyikan saat kita berkaraoke. :)

Saat aku lanjut usia
Sheila on 7

Saat aku lanjut usia
Saat ragaku terasa tua
Tetaplah kau s’lalu di sini
Menemani, aku bernyanyi

 
Saat rambutmu mulai rontok
Yakinlah ku tetap setia
Memijit pundakmu,
hingga kau tertidur pulas

 
Genggam tanganku saat tubuhku terasa linu
Ku peluk erat tubuhmu saat dingin menyerangmu
Kita lawan bersama, dingin dan panas dunia
Saat kaki t’lah lemah, kita saling menopang
Hingga nanti di suatu pagi, salah satu dari kita mati
Sampai jumpa, dikehidupan yang lain


Saat perutku mulai buncit
Yakinlah ku tetap yang terseksi, wuhu…
Dan tetaplah kau s’lalu menanti
Nyanyianku, dimalam hari

(tersenyum mengingat bla.. bla.. bla.. semalam).

Older Posts »

Categories